Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Mei 2010

Simbol - Simbol Elektronika

Karena komponen, sirkuit, pengukuran dan pengkabelan dalam elektronik maka ada dibuatkan simbol-simbol elektronika untuk memudahkan kita dalam perancangan serta perbaikan suatu alat elektronika. Simbol ini juga berguna untuk mempermudah kita dalam pemahaman tentang elektronika. Dan ingat, Setiap simbol dari suatu komponen adalah sama dan tidak pernah berubah-ubah.

Dibawah ini adalah beberapa simbol elektronika yang umum dalam elektronika :
1. Simbol Resistor :
2. Simbol Kapasitor :

3. Simbol Dioda :

4. Simbol Transistor :

5. Simbol Gerbang Logika :

6. Simbol Pengkabelan :

7. Simbol Pengukuran :

8. Simbol Sensor :

8. Simbol Sirkuit Power :

LDR Sebagai Sensor

Light Dependent Resistor ( LDR )Resistor jenis lainnya adalah Light dependent resistor (LDR). Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.


Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian transistor akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan nya akan lebih cepat respon rangkaian.

Akan lebih mudah mengatur respon rangkaian bila kita menggunakan Op-Amp sebagai penguat atau saklar pada rangkaian LDR. Kita bisa gunakan berbagai jenis Op-Amp yang tersedia. Kalau tersedia jenis CMOS atau yang lain tidak akan mempengaruhi penampilan LDR pada rangkaian.

Tergantung pada aplikasi rangkaian yang akan kita rakit. Apakah keluaran Op-Amp akan tinggi saat LDR tidak mendapat cahaya atau Keluaran Op-Amp akan mencapai tegangan supply pada saat LDR mendapat cahaya. Gunakan rangkaian dasar Op-Amp Inverse atau Non-inverse.
Dengan sifat LDR yang demikian, maka LDR (Light Dependent Resistor) biasa digunakan sebagai sensor cahaya. Contoh penggunaannya adalah pada lampu taman dan lampu di jalan yang bisa menyala di malam hari dan padam di siang hari secara otomatis. Atau bisa juga kita gunakan di kamar kita sendiri.

JENIS DAN KEGUNAAN KONTAKTOR MAGNET

Sistem pengontrolan motor listrik semi otomatis yang menggunakan alat kontrol kontaktor magnet memerlukan alat bantu lain agar fungsi pengontrolan berjalan dengan baik seperti: tombol tekan, thermal overload relay dan alat bantu lainnya. Kontaktor magnet banyak digunakan untuk mengontrol motor-motor listrik 1 fasa dan 3 fasa, anatara lain untuk mengontrol motor dua arah putaran, strating bintang-segitiga, beberapa unit motor bekerja dan berhenti berurutan dan lain-lain.

A. Kontaktor Magnet
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan. Artinya sakelar ini bekerja bila ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan arus dan memutuskan arus dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah kontaktor kumparan magnetnya (coil) dapat dirancang untuk arus searah (arus DC) atau arus bolak-balik (arus AC). Kontaktor arus AC ini pada inti magnetnya dipasang cincin hubung singkat, gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnetan agar kontinu sehingga kontaktor tersebut dapat bekerja normal. Sedangkan pada kumparan magnet yang dirancang untuk arus DC tidak dipasang cincin hubung singkat.

1. Kontaktor Magnet Arus Searah (DC)
Kontaktor magnet arus searah (DC) terdiri dari sebuah kumparan yang intinya terbuat dari besi. Jadi bila arus listrik mengalir melalui kumparan, maka inti besi akan menjadi magnet. Gaya magnet inilah yang digunakan untuk menarik angker yang sekaligus menutup/ membuka kontak. Bila arus listrik terputus ke kumparan, maka gaya magnet akan hilang dan pegas akan menarik/menolak angker sehingga kontak kembali membuka atau menutup.
Untuk merancang kontaktor arus searah yang besar dibutuhkan tegangan kerja yang besar pula, namun hal ini akan mengakibatkan arus yang melalui kumparan akan besar dan kontaktor akan cepat panas. Jadi kontaktor magnet arus searah akan efisien pada tegangan kerja kecil seperti 6 V, 12 V dan 24 V.





Gambar 1. Simbol dan gambar fisik kontaktor magnet DC

Bentuk fisik relay dikemas dengan wadah plastik transparan, memiliki dua kontak SPDT (Single Pole Double Throgh) Gambar 2.1, satu kontak utama dan dua kontak cabang). Relay jenis ini menggunakan tegangan DC 6V, 12 V, 24 V, dan 48 V. Juga tersedia dengan tegangan AC 220 V. Kemampuan kontak mengalirkan arus listrik sangat terbatas kurang dari 5 ampere. Untuk dapat mengalirkan arus daya yang besar untuk mengendalikan motor induksi, relay dihubungkan dengan
Bila kontaktor untuk arus searah digunakan pada arus AC maka kemagnetannya akan timbul dan hilang setiap saat mengikuti gelombang arus AC.

1. Kontaktor Magnet Arus Bolak balik (AC)
Kontruksi kontaktor magnet arus bolak-balik pada dasarnya sama dengan kontaktor magnet arus searah. Namun karena sifat arus bolak-balik bentuk gelombang sinusoida, maka pada satu periode terdapat dua kali besar tegangan sama dengan nol. Jika frekuensi arus AC 50 Herz berarti dalam 1 detik akan terdapat 50 gelombang. Dan 1 periode akan memakan waktu 1/50 = 0,02 detik yang menempuh dua kali titik nol. Dengan demikian dalam 1 detik terjadi 100 kali titik nol atau dalam 1 detik kumparan magnet kehilangan magnetnya 100 kali.






Gambar 2. Simbol dan kode angka serta bentuk fisik dari kontaktor

Karena itu untuk mengisi kehilangan magnet pada kumparan magnet akibat kehilangan arus maka dibuat belitan hubung singkat yang berfungsi sebagai pembangkit induksi magnet ketika arus magnet pada kumparan magnet hilang. Dengan demikian maka arus magnet pada kontaktor akan dapat dipertahankan secara terus menerus (kontinu).
Bila kontaktor yang dirancang untuk arus AC digunakan pada arus DC maka pada kumparan itu tidak timbul induksi listrik sehingga kumparan menjadi panas. Sebaliknnya, bila kontaktor magnet untuk arus DC yang tidak mempunyai belitan hubung singkat diberikan arus AC maka pada kontaktor itu akan bergetar yang disebabkan oleh kemagnetan pada kumparan magnetnya timbul dan hilang setiap 100 kali.



Kontaktor akan bekerja normal bila tegangannya mencapai 85 % dari tegangan kerja, bila tegangan turun kontaktor akan bergetar.
Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. Biasanya pada kontaktor terdapat beberapa kontak, yaitu kontak normal membuka (Normally Open = NO) dan kontak normal menutup (Normally Close = NC). Kontak No berarti saat kontaktor magnet belum bekerja kedudukannya membuka dan bila kontaktor bekerja kontak itu menutup/ menghubung. Sedangkan kontak NC berarti saat kontaktor belum bekerja kedudukan kontaknya menutup dan bila kontaktor bekerja kontak itu membuka. Jadi fungsi kerja kontak NO dan NC berlawanan. Kontak NO dan NC bekerja membuka sesaat lebih cepat sebelum kontak NO menutup.



Gambar 3. Simbol-simbol kontaktor magnet. a) Kumparan (coil), b) Kontak Utama, c) Kontak bantu

Fungsi dari kontak-kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama terdiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dari kontak NO dan NC. Kontak utama digunakan untuk mengalirkan arus utama, yaitu arus yang diperlukan untuk pesawat pemakai listrik misalnya motor listrik, pesawat pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan untuk mengalirkan arus bantu yaitu arus yang diperlukan untuk kumparan magnet, alt bantu rangkaian, lampu-lampu indikator, dan lain-lain.
Dari informasi diatas dapat dilihat bahwa keuntungan penggunaan kontaktor magnet daripada saklar togel dan saklar Cam adalah,
* Arus listrik yang mengalir pada saklar pengontrol sangat kecil dibandingkan arus beban.
* Dapat mengontrol beban listrik dari tempat jauh dengan kerugian tegangan yang relatif kecil.

Jumat, 12 Maret 2010

LKS JATIM 2010

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK
TINGKAT PROPINSI JAWA TIMUR
19 - 22 APRIL 2010
KELOMPOK TEKNOLOGI

KISI – KISI DAN INFORMASI LOMBA
BIDANG LOMBA: ELECTRICAL INSTALLATION
( COMMERCIAL WIRING )

1) Peserta :
Peserta lomba adalah siswa SMK yang berada di wilayah Jawa Timur.
2) Nama Bidang Lomba
Perakitan panel kontrol mesin potong universal dan Instalasi penerangan.
3) Kisi - Kisi
No Kompetensi/Sub kompetensi Tujuan Uraian Materi Kriteria unjuk kerja Soal Praktik
1 Merencanakan panel control mesin potong universal Dapat menggambarkan rangkaian utama 1. Gambar
rangkaoan utama
2. Gambar rangkaian
control Kebenaran gambar rangkaian utama Post A
Dapat menggambarkan rangkaian control Kebenaran gambar rangkaian control
2 Merencanakan tata letak komponen Dapat mendesain tata letak komponen diatas base plate
Gambar tata letak komponen Keseimbangan pembagian jarak component dengan kanal dan pemasangan rel kabel serta terminal deret.
3 Merencanakan rangkaian Instalasi penerangan Dapat menggambarkan rangkaian instalasi penerangan Gambar Instalasi penerangan Kebenaran gambar rangkaian Instalasi penerangan Post A
4 Merencanakan Free style Installation Dapat menggambarkan rangkaian Instalasi ruang lembab Gambar Instalasi ruang lembab Kebenaran gambar
5 Pemasangan komponen rangkaian utama dan kontol Dapat merangkai rangkaian utama dan kontrol sesuai standart PUIL 2000 Perakitan rangkaian utama Fungsi rangkaian utama dan rangkaian kontrol sesuai gambar kerja Post B
Perakitan rangkaian kontrol Kekuatan sambungan dan pengawatan rangkaian sesuai standart PUIL 2000
6 Pemasangan rangkaian Instalasi penerangan Dapat merangkai rangkaian Instalasi penerangan sesuai standart PUIL 2000 Pemasangan Instalasi penerangan Fungsi rangkaian Instalasi penerangan sesuai gambar kerja Post C
Kekuatan sambungan kelurusan dalam menginstal dan ukuran sesuai dengan gambar kerja


4) Penilaian
Penilaian berdasarkan bobot dari masing-masing bidang garapan. Setiap post memiliki bobot maksimal. Sedangkan penilaian berdasarkan penilaian juri secara profesional. Meliputi:
A Gambar perencanaan Score 15
B Instalasi Panel Kontrol
• Fungsi rangkaian Utama
• Fungsi rangkaian Kontrol
• Pemasangan Komponen
• Pengawatan dan sambungan Score
15
15
10
10
C Instalasi Penerangan
• Fungsi rangkaian
• Pemasangan Pipa
• Pengawatan dan sambungan Score
15
10
10
Total : Score 100


5) Waktu Pelaksanaan :
1. Instalasi panel control 8 Jam
2. Instalasi penerangan 4 Jam
3. Gambar perencanaan 2 Jam
4. Instalasi testing 1 Jam
5. Finishing 1 Jam
Total 16 Jam


Dengan rincian sebagai berikut:
Hari Jam Keterangan
Hari ke 1 08.00 – 10.00 Informasi dan dilanjutkan Check Komponen
Hari ke 2 07.30 – 15.30 Gambar perencanaan dan menyelesaikan post B sesuai dengan gambar kerja.
Hari ke 3 07.30 - 15.30 Memasang Instalasi penerangan sesuai bidang garapan post C, uji coba dan finishing


6) Tempat : SMK Negeri Ponorogo

PETUNJUK TEKNIS


Denah papan kerja






























I. POST B
Instalasi Panel control


















DAFTAR BAHAN

Tanggung jawab: PANITIA
1. Bahan installasi Post B
NO JENIS BAHAN JML KETERANGAN
1 Box panel 60 x 45 x 20 1 set
2 Pilot lamp 3 pcs
3 Push button NO/NC 1 set
4 Emergency stop 1 set
5 Pipa PVC 5/8 0.5 m
6 Klem pipa PVC 5/8 3 pcs
7 Skrup 6 pcs
8 Kabel NYM 1.5 x 5 1 m
9 Terminal batang isi 5 1 set

2. Bahan di dalam Panel Control Post B
NO JENIS BAHAN JML KETERANGAN
1 MCB 3 Phase 1 pc
2 MCB 1 Phase 2 pcs
3 Kontaktor 3 pcs
4 Thermo relay 1 pc
5 Rel Omega C 70 Cm
6 Kabel NYAF 1.5 mm2 merah 5 m
7 Kabel NYAF 1.5 mm2 kuning 3 m
8 Kabel NYAF 1.5 mm2 hitam 3 m
9 Kabel NYAF 1.5 mm2 biru 4 m
10 End sleeves kabel 1 pak
11 Skrup 20 pcs
12 Spiral kabel 1 m
13 Kertas label 1 lb
14 Terminal legrand 20 pcs
15 Tutup terminal legrand 1 pc
16 End section 2 pcs
17 Kabel NYM 1.5 x 4 0.5 m
18 Kabel NYM 1.5 x 3 0.5 m
19 Klem kabel 4 pcs
20 Motor 3 fasa 4 pcs

II. Post C
Instalasi Penerangan





















Bahan Instalasi Post C
NO JENIS BAHAN JML KETERANGAN
1 Pipa PVC 5/8 4 m


2 Pipa PVC 1 “ 1 m
3 Fitting duduk 2 pc
4 Kotak sambung cabang 3 1 pc
5 Kotak sambung cabang 8 1 pc
6 Kotak kontak 1 fasa 1 pc
7 Kabel NYA 1.5 mm2 merah 2 m
8 Kabel NYA 1.5 mm2 biru 2 m
9 Kabel NYA 1.5 mm2 hijau/kuning 0.5 m
10 Klem pipa PVC 5/8 10 pcs
11 Klem pipa PVC 1 “ 4 pcs
12 Skrup 30 pcs
13 Lasdop 6 pcs

DAFTAR ALAT TANGAN

Tanggung jawab: PESERTA

NO NAMA ALAT TANGAN JML KETERANGAN
1 Obeng pipih no 0 1
2 Obeng pipih no 1 1
3 Obeng pipih no 2 1
4 Obeng pipih no 3 1
5 Obeng pipih no 4 1
6 Obeng pipih no 5 1
7 Obeng plus ( + ) no 1 1
8 Obeng plus ( + ) no 2 1
9 Obeng plus ( + ) no 3 1
10 Pemotong pipa PVC 1
11 Tang pengupas kabel NYA 1
12 Tang pengupas kabel NYAF 1
13 Tang crimping 1
14 Tang potong digonal 1
15 Tang pipih 1
16 Tang kombinasi 1
17 Testpen 1
18 Waterpass 1
19 Pisau kabel 1
20 Kunci Inggris 1


NO NAMA ALAT TANGAN JML KETERANGAN
21 Perusut 1
22 Sikat kikir 1
23 Kikir setengah bulat 1
24 Palu plastik 1
25 Gergaji besi 1
26 Palu besi 200 gr 1
27 Penggaris baja 30 Cm 1
28 Rol meteran 2 m
29 Siku siku 1
30 Pemanas pipa PVC 1
31 Per 1
32 AVO Meter 1
33 Mesin bor tangan 1
34 Mata bor 1 set
35 Toolsbox 1

*** Catatan : Peserta membawah Moving sensor 1 pc

PNEUMATIK

BAB III
KOMPONEN PNEUMATIK
A. S I L I N D E R

1. Silinder Kerja Tunggal
Penggerak pneumatik mempunyai fungsi mengubah energi tersimpan dalam udara bertekanan menjadi energi kinetik
Fungsi : Pada silinder kerja tunggal, udara bertekanan hanya digunakan pada satu sisi piston. Silinder dapat bekerja hanya pada arah maju.
Piston kembali (mundur) melalui gaya pegas atau gaya dari luar.
Penggerak : Katup 3/2
Jenis : • Silinder piston
• Silinder membran



2. Silinder Kerja Ganda
Fungsi : Pada silinder kerja ganda, udara bertekanan digunakan pada kedua sisi piston. Silinder dapat bekerja pada arah maju dan mundur.
Gaya piston : Gaya langkah maju lebih besar daripada gaya mundur (perbandingan luas penampang arah maju dan mundur tidak sama)
Bantalan akhir posisi : Digunakan untuk menahan benturan yang keras dari piston pada akhir posisi. Piston dengan bantalan udara dilakukan dengan jalan menahan aliran udara buangan. Udara harus mengalir melalui lubang kecil, yang diatur oleh sekrup pengatur.
Penggerak : Katup 5/2, katup 5/3
Jenis : • Silinder piston
• Silinder dengan batang piston
• Silinder tandem
• Silinder multi posisi
Double Acting Cylinder


Double Acting Cylinder with adjustable endposition cushioning




3. Silinder Putar dan Penggerak Berayun
Silinder Putar : • Batang piston mempunyai profil bergigi. Profil bergigi ini menggerakkan roda gigi.
• Gerakan linear piston diubah menjadi gerakan putar dari roda gigi
• Sudut putaran : 0o sampai 360o.
• Torsi : 0,5 Nm sampai 150 Nm pada tekanan kerja 6 bar, tergantung diameter piston.

Penggerak Berayun • Udara bertekanan menggerakkan baling-baling.
• Gerakan baling-baling dikirim langsung ke poros penggerak.
• Sudut ayunan : dari 0o sampai 270o.
• Torsi : 0,5 Nm sampai 20 Nm pada tekanan kerja 6 bar, tergantung ukuran baling-baling.





Penggerak Berayun





Silinder Putar

B. K A T U P
1. Simbol Pensake-laran Katup
Komponen pneumatik secara normal digambarkan dalam diagram rangkaian pada kondisi tidak bekerja (tanpa energi) .


:
Posisi pensakelaran ditunjukkan oleh empat persegi panjang (kotak).


:
Jumlah kotak tergantung jumlah posisi pensakelaran

Fungsi operasi digambarkan di dalam kotak empat persegi panjang :

:
Arah panah menunjukkan arah aliran

: Lubang tertutup ditunjukkan oleh dua garis yang digambarkan satu tegak lurus terhadap yang lain.


:
Sambungan line digambarkan di luar kotak empat persegi panjang.


2. Simbol Katup Kontrol Arah

:
Katup 2/2 , posisi normal tertutup (NC)
• 2 (depan) menunjukkan jumlah lubang
• 2 (belakang) menunjukkan jumlah posisi

: Katup 2/2 , posisi normal terbuka (NO)

: Katup 3/2, posisi normal tertutup (NC)

: Katup 3/2, posisi normal terbuka (NO)

:
Katup 4/2 ,
• aliran dari 1 ke 2 dan dari 4 ke 3

:
Katup 5/2 ,
• aliran dari 1 ke 2 dan dari 4 ke 5

: Katup 5/3 , posisi tengah tertutup

3. Operasi Pengaktifan Katup
Manual

: Operasi tombol (umum)

: Tombol

: Operasi tuas

: Pedal kaki
Mekanik

: Operasi rol

: Operasi rol, satu arah

: Pegas kembali

: Pegas center
Operasi Pneumatik

: Pengaktifan langsung pneumatik

: Pengaktifan tidak langsung pneumatik ( pilot / pemandu )
Operasi Listrik

: Operasi dengan solenoid tunggal

: Operasi dengan solenoid ganda
Operasi Kombinasi

: Solenoid ganda dan operasi pilot ( pemandu ) dengan tambahan manual

4. Macam-macam Katup
Katup 3/2, Dudukan Bola, Posisi Normal Tertutup
Tidak Aktif : Gaya pegas mendorong piringan sehingga menutup aliran dari suplai udara 1 ke lubang keluaran 2. Lubang keluaran 2 terhubung dengan lubang buangan 3.
Aktif : Awalnya lubang buangan terblokir dan aliran dari 1 ke 2 terbuka.
Keistimewaan : • Pensakelaran (switching) tidak bersamaan.
• Sederhana, desain biaya rendah
• Ukuran kecil




Katup 3/2, Dudukan Bola, Posisi Normal Terbuka
Tidak Aktif : Gaya pegas mendorong piringan menutup lubang buangan 3. Suplai udara dari lubang 1 terhubung dengan lubang buangan 2.

Aktif : Awalnya lubang suplai udara diblokir , kemudian aliran dari 2 ke 3 terbuka.

Keistimewaan : • Pensakelaran (switching) tidak bersamaan.
• Luas penampang aliran yang lebih besar dengan langkah operasi yang lebih pendek.
• Tidak peka terhadap kotoran
• Umur pemakaiannya panjang.






Katup 3/2, Pneumatik Tunggal, Posisi Normal Tertutup

Tidak Aktif : Gaya pegas mendorong piringan sehingga menutup aliran dari suplai udara 1 ke lubang keluaran 2. Lubang keluaran 2 terhubung dengan lubang buangan 3.

Aktif : Awalnya, sinyal pneumatik pada lubang kontrol 12 memblokir udara buangan 3, kemudian membuka aliran dari 1 ke 2.





Kontrol dengan Pemandu (Pilot Control)

Katup dengan kontrol pemandu digunakan untuk mengurangi gaya pengaktifan.

Katup dengan kontrol pemandu terdiri dari 2 katup :
• Katup kontrol pemandu (katup 3/2) dengan ukuran kecil dan
• Katup utama
Saluran udara dengan diameter kecil menghubungkan lubang suplai udara 1 dari katup utama dengan katup kontrol pemandu.
Jika batang dari katup kontrol pemandu diaktifkan, udara bertekanan mengalir ke piston pemandu dari katup utama dan katup utama aktif.




Katup 3/2 Operasi Dengan Rol, Kontrol Pemandu

Tuas rol diaktifkan oleh bubungan (cam) pada silinder. Gaya pengaktifan diperkecil melalui kontrol pemandu.

Pemilihan posisi NC ke NO dapat dilakukan dengan menukar lubang 1 dan 3.







Katup 4/2, Dudukan Piringan

Katup dengan dua piston pemandu

Katup ini merupakan kombinasi dari dua katup 3/2 :
• Katup 3/2 dengan posisi NC
• Katup 3/2 dengan posisi NO

Katup 4/2 digunakan untuk menjalankan silinder kerja ganda.







Katup 5/2 Pengaktifan Pneumatik Ganda, Dudukan Piringan Geser
Katup mempunyai fungsi memori (penyimpan). Sinyal pendek (pulsa) cukup untuk mengaktifkannya.

Sinyal pneumatik digunakan pada lubang 12 menyebabkan aliran dari lubang 1 ke lubang 2.

Sinyal pneumatik digunakan pada lubang 14 menyebabkan aliran dari lubang 1 ke lubang 4.

Jika kedua sinyal digunakan secara bersamaan pada kedua lubang kontrol (12 dan 14), sinyal pertama yang masuk salah satu lubang kontrol adalah yang doniman.

Kegunaan : • Untuk mengontrol silinder kerja ganda




Katup Pengatur Aliran dan Katup Pengatur Aliran Satu Arah
Katup Pengatur Aliran



• Mengatur volume aliran udara bertekanan
• Kebanyakan dapat diatur, pengatutannya dapat diset
• Tidak dapat menutup secara sempurna
Katup Pengatur Aliran Satu Arah




: • Merupakan katup kombinasi dari katup pengatur aliran dan katup satu arah.
• Mengalirkan aliran ke satu arah, tetapi udara bertekanan hanya dapat mengalir melalui penampang cekikan dengan arah yang berlawanan.
• Pemasangan langsung pada silinder.
Pemakaian : • Pencekikan udara suplai atau udara pembuangan
• Men”set” penundaan sinyal

Katup Satu Arah dan Katup Buangan Cepat
Katup satu arah




: • Melepas aliran pada satu arah
• Memblokir aliran pada arah yang berlawanan
• Piringan terangkat dari dudukannya jika gaya dari udara bertekanan lebih besar dari gaya pegas



Katup Buangan Cepat





: • Digunakan untuk menggerakkan elemen kerja dengan cepat.
• Kecepatan piston silinder dapat dinaikkan ke harga maksimum karena tahanan aliran pada saat pembuangan dikurangi selama bergerak.
• Pemasangan langsung pada silinder .

Katup Tekanan Ganda (Fungsi DAN)

Harga dua-tekanan digunakan untuk hubungan logika DAN.

Sinyal udara bertekanan digunakan untuk input 1 dan input 3 menghasilkan sinyal pada output 2.

Tanpa sinyal atau hanya salah satu sinyal input, tidak ada sinyal output yang dihasilkan.

Sinyal Output : • Jika terjadi perbedaan waktu diantara sinyal input, sinyal yang datang terakhir yang mencapai output.
• Jika terjadi perbedaan tekanan diantara sinyal input, sinyal dengan tekanan yang lebih rendah yang mencapai output.



Katup Ganti / Shuttle Valve (Fungsi ATAU)

Katup ganti digunakan untuk hubungan logika ATAU.

Sinyal udara bertekanan digunakan untuk input 1, input 3, atau ke dua input menghasilkan sinyal pada output 2.

Tanpa sinyal input, tidak ada sinyal output yang dihasilkan.

Sinyal Output : • Jika sinyal-sinyal diberikankan pada kedua input, sinyal dengan tekanan yang lebih tinggi yang mencapai output.




Katup Sakelar Tekanan

Jika tekanan pada lubang kontrol 12 melebihi harga yang ditentukan, katup 3/2 mengaktifkan switch, udara bertekanan dikeluarkan dari lubang 2.

Katup 3/2 kembali ke posisi semula jika tekanan pada lubang kontrol lebih rendah dari harga settingnya.

Pemakaian : Sinyal tergantung tekanan diperlukan untuk switching selanjutnya dengan sistem kontrol.
Contoh : tekanan pengepresan dari silinder.



H. KATUP TUNDA WAKTU, POSISI N/C

Katup kombinasi : • Katup kontrol aliran satu arah
• Tabung udara bertekanan
• Katup pneumatik 3/2
Fungsi : • Udara bertekanan mengalir dari lubang kontrol 12 melalui pencekikan yang diatur ke dalam tabung udara bertekanan
• Tergantung setting pencekikannya, banyak atau sedikit udara mengalir ke dalam tabung udara bertekanan per unit waktu
• Jika tekanan pada tabung terpenuhi, katup 3/2 aktif, udara bertekanan dikeluarkan dari lubang output 2.
• Jika sinyal kontrol dilepas, katup 3/2 kembali ke posisi semula.
Pemakaian : • Rangkaian dengan kemampuan tunda waktu – on
• Rangkaian dengan kemampuan tunda waktu – off
• Rangkaian sinyal pendek (pulsa)
• Rangkaian dengan sinyal panjang