Sabtu, 15 Mei 2010

Sam Pek Eng Tay

Dongeng dari Cina

Pada jaman dahulu kala di negeri Cina tepatnya di propinsi Zhejiang hiduplah keluarga Zhu. Mereka termasuk keluarga kaya dan terpandang di daerah tersebut. Keluarga Zhu mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Cuk Eng Tay. Sebagai anak perempuan, Eng Tay tidak boleh sering keluar rumah. Hal itu selalu membuatnya bosan. Dia ingin sekali pergi bersekolah seperti anak laki-laki. Berulang kali Eng Tay membujuk ayahnya untuk mengijinkannya pergi sekolah, namun ayahnya selalu menolak dengan tegas.

Suatu hari dia mendapat sebuah ide. Eng Tay mengurung diri di kamar dan berpura-pura sakit. Tuan Zhu yang khawatir dengan kesehatan putri tunggalnya menyetujui usul Lin Ce, pengasuh putrinya, untuk memanggil seorang peramal.
"Tuan, saya sarankan anda untuk mengirim putri anda ke sekolah di luar kota, maka dia akan sembuh," kata si peramal.
"Apa? Tidak mungkin aku mengirim anak perempuanku bersekolah. Tak ada seorang gadis pun di sana!" kata Tuan Zhu gusar.

Tiba-tiba peramal itu menyingkap tutup kepala dan jubahnya. Tuan Zhu terkejut karena peramal itu tidak lain adalah Eng Tay.
"Ayah, kalo aku berpakaian seperti laki-laki, bolehkah aku pergi ke sekolah? Tidak akan ada yang menyangka bahwa aku seorang gadis," bujuk Eng Tay.
Akhirnya dengan berat hati Tuan zhu mengijinkan Eng Tay untuk pergi bersekolah.

Pada hari yang ditentukan dengan ditemani Lin Ce yang setia, Eng Tay berangkat ke sekolah Sung Yee. Tentu saja dengan menyamar sebagai laki-laki. Di tengah perjalanan Eng Tay bertemu dengan seorang pemuda yang juga akan pergi ke Sung Yee. Mereka pun berkenalan dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama-sama. Pemuda itu bernama Liang Sam Pek dan berasal dari Guiji. Mereka pun menjadi akrab dan berjanji untuk saling menjaga. Sam Pek menganggap Eng Tay sebagai adik dan demikian sebaliknya Eng Tay menganggap Sam Pek sebagai kakak.

Di sekolah Eng Tay belajar dengan giat. Dia sangat bersemangat, apalagi kini dia semakin akrab dengan Sam Pek sehingga hari-harinya tidak lagi membosankan. Karena Eng Tay gadis yang serdik, tidak seorang pun mencurigai penyamarannya. Maka Sam Pek pun memperlakukan Eng Tay sebagai adik laki-laki. Padahal Eng Tay ternyata mulai menaruh hati pada Sam Pek.

Tidak terasa bertahun-tahun Eng Tay menghabiskan harinya di Sung Yee. Selama itu dia tidak pernah sekali pun pulang menengok ayahnya. Hanya Lin Ce yang pulang pergi membawa kabar dari Eng Tay dan ayahnya. Suatu hari Lin Ce membawa surat dari rumah yang mengabarkan bahwa ayahnya sakit keras dan menyuruhnya pulang. Eng Tay bimbang, dia sangat ingin pulang menengok ayahnya namun dia juga takut sekembalinya ke rumah dia tidak akan bisa kembali ke sekolah. Itu artinya Eng Tay tidak bisa bertemu lagi dengan Sam Pek. Kepada Lin Ce dia berterus terang bahwa dia telah jatuh cinta kepada Sam Pek.

Akhirnya Eng Tay dan Lin Ce memutuskan utnuk meminta nasehat kepada guru Eng Tay. Eng Tay berterus terang bahwa dia adalah seorang gadis yang menyamar agar bisa sekolah. Untunglah beliau tidak marah. Eng Tay menitipkan sebuah bandulan kipas kepada guru untuk diberikan kepada Sam Pek.

Dengan berat hati Sam Pek mengantar kepergian Eng Tay. Sebelum berpisah Eng Tay mencoba memberi isyarat kepada Sam Pek bahwa dia adalah seorang gadis, namun Sam Pek tidak mengerti arti isyarat Eng Tay. Akhirnya Eng Tay menyerah dan berkata bahwa dia akan menjodohkan Sam Pek dengan adiknya, maka Sam Pek harus datang menemuinya dan melamarnya.

Setelah ditinggal Eng Tay, Sam Pek merasa kesepian. Akhirnya dia meminta ijin gurunya untuk menjenguk Eng Tay. Guru Sun Yee lalu memberikan bandulan kipas dari Eng Tay kepada Sam Pek dan memberitahukannya bahwa Eng Tay sebenarnya adalah seorang gadis. Sam Pek terkejut mendengarnya. Akhirnya dia mengerti bahwa sebenarnya Eng Tay ingin agar Sam Pek melamar Eng Tay dan bukan adiknya. Dengan hati berbunga-bunga Sam Pek pun berpamitan dan langsung memacu kudanya ke rumah Eng Tay.

Sementara itu Tuan Zhu bermaksud menjodohkan Eng Tay dengan anak keluarga kaya dan berkuasa bernama Ma Wencai. Tentu saja Eng Tay menolaknya dan berterus terang bahwa dia sudah memiliki seorang kekasih yang akan segera melamarnya. Tuan Zhu sangat marah mendengarnya. Dia tetap memaksa Eng Tay untuk menerima lamaran Ma Wencai dan mengancam akan mencelakakan Sam Pek jika Eng Tay berani menolaknya. Maka Eng Tay pun hanya bisa menangis sedih mendengar keputusan ayahnya.

Beberapa hari kemudian Sam Pek sampai di rumah Eng Tay. Setelah memohon pada ayahnya, akhirnya Eng Tay bisa menemui Sam Pek. Mereka sangat bahagia bisa bertemu lagi. Namun Eng Tay juga bersedih karena ini adalah terakhir kalinya dia bisa menemui Sam Pek. Ketika Sam Pek mengutarakan niatnya untuk mempersunting Eng Tay, Eng Tay pun tak kuasa menahan air matanya.
"Kenapa kau kelihatan menangis, adik Eng Tay? Apakah kau tidak suka aku melamarmu?" tanya Sam Pek.
"Aku bahagia kakak Sam Pek. Tapi... ayahku telah menjodohkanku dengan pria lain dan aku tidak bisa menolaknya. Maafkan aku kakak!" tangis Eng Tay.

Sam Pek sangat marah mendengarnya. Dia pikir Eng Tay sudah melupakannya dan tidak ingin menjadi istrinya.
"Jadi kau lebih memilih menjadi istri orang kaya itu daripada aku yang miskin?" kata Sam Pek dengan marah.
"Bukan begitu kakak Sam Pek, ini adalah keinginan ayah dan aku tidak kuasa menolaknya. Mengertilah kakak! Meski aku harus menikah dengan orang lain, cintaku hanya untuk kakak seorang," isak Eng Tay.

Sam Pek tidak mau mendengar perkataan Eng Tay, dengan sedih dia memacu kudanya pulang ke rumahnya. Sam Pek kehilangan semangat hidupnya. Maka dia pun menghabiskan waktunya dengan minum banyak arak hingga lupa makan, lupa tidur. Akhirnya Sam Pek pun jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah. Sam Pek pun tidak mau berobat. Baginya hidup sudah tidak berarti lagi.

Ibu Eng Tay sangat sedih melihat keadaan putranya. Maka dengan berlinang air mata dia pergi ke rumah Eng Tay dan memohon kepada Tuan Zhu supaya mengijinkan Eng Tay menemui Sam Pek untuk terakhir kalinya. Namun Tuan Zhu menolaknya. Dengan hati sedih Eng Tay hanya bisa menitipkan sebuah bingkisan berisi puisi-puisi cinta dan segumpal rambutnya.

Sam Pek semakin sedih dan semakin tidak bergairah untuk sembuh. Suatu hari ketika sakitnya semakin parah, dia berpesan kepada ibunya bahwa jika ia meninggal dia ingin dikuburkan di jalan yang akan dilalui oleh iring-iringan pengantin Eng Tay. Beberapa saat kemudian Sam Pek pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Eng Tay pun berduka mendengar kematian kekasihnya. Dia menangis sepanjang hari dan meratapi nasib yang tidak menyatukannya dengan kekasih yang dicintainya.

Tuan Zhu sangat khawatir melihat keadaaan putrinya, maka dia meminta supaya tanggal pernikahan putrinya dipercepat.

Eng Tay lalu memohon kepada ayahnya supaya diijinkan untuk turun sebentar dari tandu pengantin dan mengunjungi makam Sam Pek untuk memberi penghormatan terakhir. Meski tidak setuju tapi akhirnya Tuan Zhu dan keluarga Ma memberi ijin.

Maka ketika iringan pengantin Eng Tay tiba di makam Sam Pek. Eng Tay turun dari tandu dan berlutut di makam kekasihnya. Dengan menangis sedih dia berkata: "Kakak Sam Pek percayalah bahwa cintaku hanya untukmu. Aku tidak ingin menikah dengan orang lain. Jika kakak mendengarku, bawalah aku pergi bersama kakak!"

Mendadak angin bertiup sangat kencang dan hujan pun turun dengan derasnya. Di tengah suara petir yang menggelegar tiba-tiba makam Sam Pek terbelah dua dan muncullah lubang menganga di depan Eng Tay. Tanpa pikir panjang Eng Tay pun terjun ke dalam lubang tersebut tanpa sempat dicegah oleh para pengiringnya. Kemudian makam tersebut kembali menutup dan Eng Tay pun menghilang.

Suasana kembali cerah seperti tidak pernah ada kejadian apapun. Tinggallah para pengiring yang masih terkejut dengan kejadian tersebut. Hanya Lin Ce yang menangis meratapi kepergian majikannya. Tiba-tiba dari balik makam, muncullah sepasang kupu-kupu yang cantik. Mereka berputar-putar sebentar di kepala Lin Ce sebelum akhirnya terbang jauh dengan gembira. Lin Ce yakin bahwa kupu-kupu itu adalah penjelmaan roh majikannya yang telah bersatu dengan kekasihnya.

Selesai

PRINSIP-PRINSIP DASAR METHODIK PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN (PDMPK)

Prinsip-prinsip dasar methodik pendidikan Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam pendidikan Kepramukaan, yang membedakan dengan gerakan pendidikan / organisasi lain.

PDMPK ADA 9 MACAM, YAITU:

  1. Prinsip Kesukarelaan

Yaitu merupakan sikap/tingkah laku yang bukan karena tekanan-tekanan. Sifat kesukarelaan ini dilandaskan pada sifat :

  • Ketulusan hati, tanpa pamrih (ikhlas), mengutamakan kewajiban dari pada hak.

  • Mengabdi dengan penuh tanggung jawab.

Prinsip ini bertujuan agar para Pramuka menjadi pengabdi masyarakat yang tulus hati, tanpa pamrih, bertanggung jawab dan mengerti mana yang kewajiban dan mana yang hak.

  1. Prinsip Kode Kehormatan

Kode kehormatan Gerakan Prmauka adalah norma dalam kehidupan dan penghidupan para anggota Pramuka yang merupakan tolak ukur dan standar tingkah laku seorang Pramuka Indonesia.

Kode kehormatan ini dijadikan pegangan hidup setiap anggota gerakan Pramuka. Kode kehormatan terdiri dari :

  • Janji atau Satya

  • Ketentuan-ketentuan moral atau Dharma.

  1. Untuk Siaga :

    • Janji berupa Dwi Satya

    • Dharma berupa Dwi Dharma

  2. Untuk Penggalang :

    • Janji berupa Tri Satya

    • Dharma berupa Dasa Dharma

  3. Untuk Penegak / Pandega :

    • Janji berupa Tri Satya

    • Dharma berupa Dasa Dharma

Tri Satya untuk Penegak dan Penggalang ada sedikit perbedaan.

  1. Prinsip Sistim Tanda Kecakapan

Tanda kecakapan diberikan setelah yang bersangkutan berusaha memperolehnya dengan minta diuji secara swakarsa dan swadaya, yang diatur sedemikian rupa oleh Pembina.


Dalam Kepramukaan ada dua tanda kecakapan :

    • Tanda Kecakapan Umum (TKU)

    • Tanda Kecakapan Khusus (TKK)

Tujuan diadakannya tanda kecakapan ini ialah disamping untuk merangsang peserta didik untuk lebih giat latihan dan belajar, juga sebagai penghargaan atas telah berhasilnya menempuh segala ujian dan berhasilnya dalam latihan. Penghargaan semacam ini sangatlah penting. Sebab setiap peserta didik merasa bahwa hasil karyanya dihargai, maka sebagai dorongan untuk lebih memajukan berkarya, sistim penghargaan inilah dipakai dalam kepramukaan.

  1. Sistim Beregu

Maksud dari sistim beregu ini ialah untuk memberikan kesempatan kepada para Pramuka untuk belajar mengelola satuan Pramuka dan kegiatannaya.

Tujuan sistim beregu ialah :

a. Mengembangkan dan membina :

- Moral Pancasila

- Tanggung jawab

- Kemampuan berkelompok

- Demokrasi

b. Mendidik supaya berlaku :

- Percaya pada diri sendiri

- Menghormati orang lain

- Kegotong – royongan dan kerukunan

- Sikap hidup dalam masyarakat

- Kepemimpinan

Sistim Beregu dilaksanakan :

  1. Siaga : dalam kelompok kecil yang disebut barung, yang beranggotakan 7-10 anak, dipimpin oleh pemuka barung. Dan kumpulan barung-barung itu disebut Perindukan. Perindukan dipimpin oleh Pemimpin Barung Utama.

  2. Pengglang : dalam kelompok kecil disebut regu, yang dipimpin oleh pemimpin regu dan dibantu wakil pemimpin regu. Regu-regu itu bergabung dalam suatu kelompok besar yang disebut pasukan, yang dipimpin oleh pemimpin regu utama.

  3. Penegak : dalam satuan kecil disebut Sangga, yang dipimpin oleh pemimpin Sangga dan dibantu oleh wakil pemimpin Sangga. Sangga-Sangga berkumpul menjadi kelompok besar yang disebut Ambalan, yang dipimpin oleh Pemimpin Sanga Utama.

  4. Pandega : dalam kelompok kecil disebut Reka, dan dalam kelompok besar disebut Racana Pandega.

  1. Sitim Satuan Terpisah

Sistim satuan terpisah ialah :

- Memisahkan antara satuan Pramuka putri dengan satuan Pramuka putra

- Satuan putra dibina oleh Pembina putra, dan satuan putri dibina oleh Pembina putri. Kecuali Siaga putra dapat dibina oleh Pembina putrid, dan Siaga putri dapat dibina oleh pembina putra.

Jadi gugus depan putra terpisah dengan gugus depan putri, dan biasanya dengan nomor yang berurutan. Angka ganjil untuk putra dana angka genap untuk putri.

Tujuan dari diterapkannya sistim ini adalah agar proses pendidikan Kepramukaan untuk masing-masing jenis, dapat lebih intensif dan efektif.

  1. Prinsip Persesuaian dengan Perkembangan Jasmani dan Rokhani

Maksud dari prinsip ini adalah agar proses pendidikan Kepramukaan dapat mengenai sasaran dengan tepat pada tiap-tiap golongan umur Pramuka. Untuk itulah maka,

Pramuka digolongkan, berdasarkan usia:

    • Siaga : anak usia 7-10 tahun. Anak seumur ini pikirannya masih terpusat kepada induk semangnya.Maka cara mendidiknya pun harus memakai cara keluarga. Penuh kasih sayang, gembira ria, kelincahan dan sebagainya.

    • Penggalang : anak umur 11-15 tahun. Anak umur ini sudah menginjak remaja, dan mulai mengenal masyarakat lingkungan. Cara mendidiknya tentu dengan cara yang dapat mengena pada masa perkembangan usia ini.

    • Penegak : pemuda umur 16-20 tahun. Pemuda seumur ini sudah dapat berfikir kritis, logis, dan realistis. Sudah mengerti corak kehidupan masyarakat. Anak pemuda usia ini sudah berani dan dapat mengambil tindakan sendiri.

    • Pandega : pemuda dewasa umur 21-25 tahun. Pemuda se-usia ini sudah harus terjun membina masyarakat, dan bergaul dalam kehidupan masyarakat luas

  1. Prinsip Kegiatan Menarik yang mengandung Pendidikan.

Kegiatan menarik yang mengandung pendidikan dalam Kepramukaan dibagi atas:

    • Tujuan jasmaniah : untuk perkembangan tubuh, kesehatan dan sebagainya.

    • Tujuan rokhaniah : untuk perkembangan jiwa, watak dan kepribadian.

Kegiatan menarik yang mengandung pendidikan ini dipilih dan diatur sedemikian rupa, sehingga mendorong peserta didik turut aktif mengikuti kegiatan, memecahkan masalah dan aktif mengembangkan jiwanya

Kegiatan menarik yang mengandung pendidikan itu Pramuka akan memperoleh :

  • Tambahan imajinasi dan daya cipta

  • Kesadaran akan kemampuan dirinya.

  • Rasa percaya pada diri sendiri.

  • Rasa tanggung jawab

  • Semangat gotong-royong dan toleransi

8. Prinsip Keprasahajaan Hidup.

Keprasahajaan hidup adalah sederhana dan wajar. Pramuka harus belajar hidup sederhana dan wajar dengan cara :

  • Pakaian seragam yang sama.

  • Susah bersama, senang bersama (senasib sepenangungan)

  • Menggunakan apa yang ada dengan wajar.

  • Hidup sederhana di alam terbuka.

  • membina kerukunan dan gotong-royong

  • Latihan hidup sederhana dalam perkemahan

9.Prinsip Swadaya

Prinsip Swadaya dalam Kepramukaan adalah : bahwa semua kegiatan harus dilaksanakan dengan usaha dan daya upaya sendiri (berdikari) untuk tidak menggantungkan diri pada orang lain.

Dalam hal ini Pramuka harus belajar :

  • Menghadapi masalah dengan baik dan demokratis

  • Memecahkan persoalan dengan teliti.

  • Berusaha keras untuk mencapai keberhasilan

  • Bertanya kepada yang lebih mengerti, bila tak mampu menghadapi masalah tersebut.

10. Sistim Among

Sistim Among berarti : mengasuh, memelihara, menjaga dan merawat. Orang yang melaksanakan among disebut Pamong. Dalam Kepramukaan Pembinalah yang disebut Pamong .

Maka dalam hal ini Pembina harus bertindak :

  • Bijaksana (adil)

  • Memberi teladan yang baik

  • Rasa cinta kasih

  • Disiplin dan tanggung jawab

Atau lebih populernya ialah dengan ajaran Ki Hajar Dewantoro yaitu :

  • Ing ngarsa sung tulodho : di depan jadi teladan.

  • Ing madya mangun karso : di engah menggugah kemauan

  • Tut wuri handayani : Dari belakang memberi dorongan

Kesembilan PDMPK tersebut harus diterapkan secara keseluruhan, bila sebagian prinsip tersebut dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi Gerakan Kepramukaan.