Rabu, 19 Mei 2010

Dharma Bhakti Marinir



Korps Marinir ikut aktif mempertahankan Negara Republik Indonesia, setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta berpegang teguh kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Dalam melaksanakan pengabdiannya kepada negara dan bangsa, Korps Marinir tetap berusaha menjaga integritas dan jatidirinya sebagai prajurit TNI dan tidak melupakan hakikatnya sebagai bagian dari matra laut yang berkualifikasi prajurit pendarat amfibi.


Mulai dari lahirnya hingga tahun 2004 Korps Marinir selalu terlibat dan ikut mewarnai perkembangan sejarah Indonesia. Peran sertanya yang tidak pernah cacad selama pengabdiannya antara lain dilaksanakan lewat pelaksanaan tugas tugas nasional dalam bentuk operasi-operasi TNI baik operasi militer maupun operasi bantu TNI termasuk operasi bakti TNI. Selain itu dalam menjaga perdamaian dunia, Korps Marinir juga aktif mengirimkan personelnya yang tergabung dalam Kontingen Garuda ke sejumlah negara dibawah bendera PBB.


Selama menjalankan pengabdiannya tercatat 581 orang prajurit Korps Marinir gugur, tewas dan hilang. Kini daftar tersebut terpatri rapi dalam goresan tinta emas sejarah perjuangan Korps.


Di masa mendatang, Korps Marinir senantiasa menjadikan prestasi yang terbaik itu sebagai bagian dari tradisi Korps. Dan ini akan terus dipertahankan oleh setiap individu prajurit Korps Marinir. Untuk itu Korps Marinir akan terus berbenah diri. Tuntutan kualitas atas kinerja Korps Marinir dalam segala bidang semakin tinggi. Dan ini akan dijawab dan direspon dengan itikad baik dan dengan semangat pantang menyerah.



Kami bukan yang terbesar,
Tapi kami berusaha menjadi yang Terbaik
dan
Kami tidak memiliki apa-apa
selain
Kebanggaan menjadi Marinir !

Sejarah Marinir


Korps Marinir memang unik, karena dalam terminologi militer " Korps" adalah suatu kesatuan di atas tingkat Divisi dengan tanda taktis XXX dan di bawah tingkat Kopur atau tentara. Namun dalam tubuh Angkatan Laut, Korps Marinir di anggap sebuah " branch" yang melengkapi isi TNI AL di samping Pelaut, Teknik, Elektro, Supply, Khusus, Kowal dan Kesehatan.
Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir adalah sebuah Kotama sejajar dengan Kotama lain seperti Koarmatim, Koarmabar, Kolinlamil, Kodikal, Seskoal dan AAL.

Sejarah Singkat Korps Marinir



Terlahir dari patriotisme pemuda yang menginginkan patahnya belenggu kolonialisme, Korps Marinir sudah eksis sejak berkecamuknya perang merebut kemerdekaan. Setelah gema Proklamasi 17 Agustus 1945 dikumandangkan, pada tanggal 22 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia membentuk tiga badan yaitu Komite Nasional Indonesia, Party Nasional Indonesia dan Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Dalam lingkungan BPKKP inilah dibentuk satu badan keamanan yang dinamakan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Bagi pelaksanaan tugas keamanan dan ketertiban di pantai, lautan dan daerah-daerah pelabuhan dibentuk BKR Laut yang didirikan pada 10 September 1945

Pada 5 Oktober 1945 Presiden mengeluarkan maklumat tentang pembentukan Tentara Keamanan Rakyat di mana BKR menjadi inti TKR. Dengan demikian BKR Laut pun berubah menjadi TKR Laut. TKR ini kemudian berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).


Pada 15 Nopember 1945 tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal nama Corps Mariniers (tanggal ini selanjutnya dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir). Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. A/565/1948 pada tanggal 9 Oktober 1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam jajaran Angkatan Laut. Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) kembali menggunakan nama Korps Marinir sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 15 Nopember 1975.


Seiring dengan berkembangnya jaman terutama untuk menuju terbentuknya organisasi militer yang modern dan profesional, Korps Marinir baik secara organisatoris maupun pembinaan kekuatannya mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang dimaksud antara lain mulai dari penyebutan unsur kekuatan, likuidasi beberapa satuan, penambahan kekuatan satuan baik di lingkup Komando Pelaksana (Kolak) maupun Satuan Pelaksana (Satlak) hingga ke tingkat pola pembinaan personel atau pengawak organisasi.


Di bidang organisasi, perubahan terakhir terjadi pada tahun 2004 di mana terbentuk kekuatan baru di jajaran Kolak Korps Marinir yakni dengan terbentuknya Pasmar-II dan Brigif-3 Marinir.

Di masa mendatang, kekuatan Korps Marinir akan terus dikembangkan hingga mencapai bentuk yang ideal baik dari segi kualitas maupun kuantitas personel termasuk peralatan tempurnya.